Friday, November 5, 2010

MALAM

Yap, malam ini (baca ; kemarin) aku menulis sesuatu yang sedikit berbeda dari biasanya. Malam ini aku bertemu dengan sebuah binatang yang baru pertama kali aku lihat selama aku hidup, binatang ini mungkin sudah sering dilihat oleh orang lain, tapi ini merupakan pengalaman pertamaku. Binatang ini mempunyai panggilan akrab ‘kunang-kunang’. Saat itu kondisi rumah sedang mati lampu, jadi aku putuskan untuk ngopi saja diteras sambil menungggu lampu hidup. Diluar, terdengar jelas letusan-letusan merapi yang tiada habisnya sampai aku selesai menulis tulisan ini. menyeramkan.

Tak lama berselang aku melihat sebuah cahaya berkelap-kelip di atas bunga, aku perhatikan lagi dengan seksama, apa itu? Sampai aku meyakinkan diri bahwa itu adalah seekor kunang-kunang, aku kejar-tangkap-masukkan ke kantong transparan supaya ia bisa menemani aku menulis malam ini.

Melihat kunang-kunang itu aku teringat pada seorang cewek yang membuatku merasakan unrequited love. Panggil saja dia bella andari (maaf aku samarin namanya). Yah cinta tak terbalas dari seorang cewek pendek bermuka manis dan terasa sinis. Mungkin kata ‘sinis’ itu lebih kepada kekecewaan yang aku alami disini. aku hanya dibuat seperti kita menghisap ‘g****’ merasakan euphoria sesaat, namun setelah semua itu berakhir, aku dipaksa kembali pada kenyataan bahwa “kamu bukan siapa-siapanya aku dit…” secara sadar maupun tidak, aku memang harus menyadari hal itu. Dia sempat berkata bahwa ‘jarak’ adalah penghalang akan kelanjutan hubungan ini, ‘jarak’??? what’s wrong with that??? Asal kita saling jaga kepercayaan aku yakin aku gak bakalan ngerasain ini. Tapi dia berkata lain, sepertinya kata ‘jarak’ memang membuat banyak perubahan dalam pola pikirnya dalam menanggapi hubungan ini.

Makin hari frekuensi komunikasi berkurang hingga tahap nothing, aku tau bahwa itu adalah trik paling halus untuk mencoba menjauh dan berharap orang itu tidak memiliki harapan yang besar terhadapnya. Aku terus berfikir kenapa ‘jarak’ itu bisa menjadi penghalang? Apa aku tidak sempurna sehingga tidak bisa mengatasi masalah ‘jarak’? padahal orang sering berkata bahwa “manusia adalah makhluk paling sempurna”, berarti sungguh gak adil orang yang mengatakan bahwa manusia itu sempurna. Terlebih lagi ada yang berkata bahwa “gak ada yang gak mungkin di dunia ini” lalu kenapa aku gak bisa memungkinkan bahwa ‘jarak’ itu bukan masalah. pada akhirnya orang yang merasakan unrequited love hanya bisa mendoakan agar seseorang disana bisa merasakan kesempurnaannya walaupun dia tidak dapat mencintai orang itu dengan sempurna, mantap!

No comments:

Post a Comment